KEDIRI, KOMPAS.com - Ketenangan batin menjadi dambaan bagi setiap orang, sehingga banyak orang melakukan berbagai cara agar dapat merengkuhnya. Sebuah tempat yang bernama Setono Gedong di Kota Kediri, Jawa Timur dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendapatkan "rasa" itu.
Setono Gedong adalah sebuah komplek bangunan seluas 3 hektar yang berlokasi di antara pusat perbelanjaan terbesar, Jalan Doho. Terdiri dari sebuah masjid, pendopo, serta areal pemakaman dimana bersemayam beberapa tokoh penting seperti Sunan Amangkurat Mas III, Raja Solo ke 3. Diantara makam para tokoh itu, yang menjadi maskot utama adalah makam mbah Wasil.
Dari penuturan M Yusuf Wibisono, juru kunci makam, mbah Wasil atau dikenal juga Al-Wasil Syamsudin mempunyai nama asli Sayid Sulaiman Syamsudin dengan gelar Pangeran Mekah. Beliau adalah seorang duta yang datang dari Istanbul, Turki untuk menyiarkan agama Islam di Kediri dan sekitarnya.
"Karena kehebatan ilmunya, mbah Wasil waktu itu menjadi penasihat Raja Jayabaya, raja yang terkenal dengan ramalan Jayabaya. Oleh sebab itu, banyak isi dari ramalan Jayabaya adalah inti dari kitab Al-Qur'an," kata juru kunci generasi ke tujuh ini.
Namun demikian, tidak ada keterangan jelas kapan dan dimana beliau meninggal dunia. Pada batu nisannya hanya bertuliskan kaligrafi kalimat syahadat yang terbingkai dalam gambar matahari pijar. Riwayat asal-usul keluarganya serta waktu pasti kedatangannya di Kediri juga terdapat beberapa versi oleh para ahli. Hal tersebut tak mengurangi nama harum perjuangan mbah Wasil.
Banyak masyarakat dari berbagai penjuru negeri hingga mancanegara datang berkunjung untuk berziarah ke makamnya. Bulan-bulan khusus seperti Ramadhan atau juga bulan Rajab berdasarkan penanggalan Jawa menjadi saat yang paling banyak pengunjungnya.
"Saya berziarah mengharap berkah beliau. Selain itu memohon kepada Allah agar dimudahkan rezeki." kata Irvani, seorang pengunjung asal Tegal, Jawa Tengah.
Banyaknya peziarah yang datang membuat pemerintah setempat pada tahun 2003 yang lalu melakukan pemugaran dan menetapkannya sebagai salah satu tujuan wisata religi di Kota Kediri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang